Program Step-by-step berguna untuk memudahkan pembuatan program PLC untuk pengendalian urutan kerja (sequence) pada suatu sistem otomasi. Berikut ini saya berikan informasi praktis tentang konsep, pemrograman dan implementasinya.
Diagram step-by-step menggambarkan satu per satu tahapan proses kerja yang berubah berdasarkan kondisi logika input. Tahapan (step) digambarkan dengan kotak bertulisakan nomor urut yang dihubungkan ke output yang dikehendaki. Tahapan (step) berubah ke tahapan berikutnya jika ada transisi yang aktif. Transisi merupakan kondisi logika yang diberikan untuk memulai tahapan berikutnya, bisa berupa sebuah sensor atau beberapa sensor.
Perkembangan industri saat ini menuntut pemrosesan pada sistem kontrol yang semakin dinamis dalam setiap tahapan perancangan, pengoperasian, maupun perawatan. Peralatan yang kompak, fleksibel namun handal sangat dibutuhkan dalam merancang sistem dewasa ini. PLC (Programmable Logic Controller) sebagai "otak terprogram" diterapkan dalam banyak industri. Mikrokontroler khusus dan sistem berbasis PC atau SBC (Single Board Computer) untuk operasi tertentu juga menarik untuk dipertimbangkan.
Langsung saja pada contoh sistem sederhana. Sebuah putaran motor steper dikendalikan oleh PLC maupun PC (komputer) menggunakan aplikasi Visual Basic (versi 6.0 atau .NET)
Diasumsikan sistem berjalan normal yaitu motor berputar jika START ditekan dan berhenti setelah 1 putaran atau STOP ditekan. Arah putaran tergantung dari input FORWARD / REVERSE.
Nah.. kita akan coba melakukan koneksi serial antara PLC dan PC sehingga relay yang berperan bisa kita FORCE ON/FORCE OFF menggunakan Button pada Visual Basic, supaya kita bisa mengendalikan putaran dengan mengeklik tombol pada layar monitor.
PLC (Programmable Logic Controller) Keyence tipe KV-40ATP dan beberapa tipe lain memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pulsa berfrekuensi tinggi sampai 50kHz. Pulsa ini biasa digunakan untuk menggerakkan motor stepper.
Jika Anda membutuhkan motion control system satu aksis yang ekonomis, PLC ini dapat digunakan, sehingga tidak perlu menggunakan PC-Basedmotion card atau CNC controller yang cukup mahal.
Pemrograman cukup mudah dilakukan, beberapa baris ladder saja sudah selesai. Contoh sistem yang akan dibahas di sini adalah menggerakkan motor steper melalui input tombol START, STOP, FORWARD, dan REVERSE.
Kita siapkan dulu perangkatnya:
Stepper Motor tentu saja dihubungkan dengan motor driver yang sesuai. Percobaan kali ini saya menggunakan motor dari Autonics, dan drivernya: MD5-MF14. Driver kita set mode pulsanya: 1 pulse, artinya 2 kabel yang digunakan adalah 1 untuk pulse, 1 untuk Direction-CW/CCW. (berbeda dengan mode 2 pulse, yang artinya 2 kabelnya untuk pulsa AB, arahnya tergantung dari pulsa mana yang lebih dulu) …
If your Quick Launch bar is gone, you can restore it. Just go to Microsoft website, http://support.microsoft.com/kb/190355 >> click Fix it. A small .exe program will restore Quick Launch.
Masalah terjadi ketika kita menambahkan artikel melalui menu Add Article atau Article Manager. Pesan kesalahan:
Fatal error: Undefined class name 'toolbar_content' in /home/your_account/public_html/administrator/components/com_content/toolbar.content.php on line 46
Solusi:
Periksa apakah file toolbar.content.html.php benar atau mengalami corrupt. Jika file rusak, segera overwrite dengan yang benar.
Masalah pada Virtuemart 1.1.3 ketika kita mau menambahkan Shipper.
Pesan kesalahan: Warning: Missing argument 2 for vmget() in /home/your_account/public_html/administrator/components/com_virtuemart/classes/request.class.php on line 26
Penyebab: terjadi kesalahan baris 113 dan 138 pada file administrator/components/com_virtuemart/classes/ps_shipping.php
Solusi: ganti baris tersebut dengan: $fields = array( 'shipping_carrier_name' => vmGet($d, 'shipping_carrier_name'),